10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

selerabangsa.com – Sayuran termasuk salah satu makanan yang mengandung antioksidan di samping buah-buahan, kacang-kacangan, gandum utuh, dan protein rendah lemak.

Namun, kandungan antioksidan beberapa jenis sayuran lebih tinggi ketimbang lainnya.

Sebelum menyimak deretan sayuran yang mengandung antioksidan tinggi, kenali dulu apa itu antioksidan dan manfaatnya bagi kesehatan.

Manfaat antioksidan

Antioksidan adalah molekul yang berguna untuk melawan radikal bebas dalam tubuh.

Dilansir dari BetterHealth, proses oksidasi atau metabolisme oksigen di dalam tubuh menghasilkan molekul tidak stabil yang dikenal dengan radikal bebas.

Tubuh membutuhkan radikal bebas dalam jumlah kecil. Namun, apabila kadar radikal bebas di dalam tubuh berlebihan, DNA dan sel lain bisa rusak sampai menyebabkan beragam penyakit.

Proses oksidasi di dalam tubuh bisa lebih cepat dan radikal bebas bisa meningkat pesat karena stres, merokok, minum alkohol, terpapar sinar matahari berlebihan, sering terkena polusi, dan faktor lainnya.

Nah, manfaat antioksidan yang terdapat dalam beberapa makanan termasuk sayuran tertentu dapat menetralkan dan mencegah kerusakan akibat radikal bebas berlebihan.

Sayuran yang mengandung antioksidan tinggi

Sayuran memiliki beberapa jenis antioksidan yang baik untuk tubuh. Jenis antioksidan yang umum dari bahan pangan dari tumbuhan ini di antaranya likopen, lutein, zeaxanthin, beta-karoten, atau antosianin.

Berikut beberapa sayuran yang mengandung antioksidan tinggi:

  • Brokoli

Melansir NDTV, brokoli mengandung antioksidan karotenoid lutein, zeaxanthin, dan beta-karoten.

Salah satu studi membuktikan, pria yang rutin makan brokoli lima porsi seminggu terbukti memiliki risiko terkena kanker kandung kemih yang lebih kecil ketimbang pria yang jarang makan sayuran hijau seperti brokoli.

  • Kacang merah

Kacang merah termasuk makanan yang banyak mengandung protein dan antioksidan.

Selain bisa menangkal radikal bebas, manfaat kacang merah juga dapat mengontrol gula darah, menurunkan kolesterol, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

  • Bayam

Sayuran berdaun hijau seperti bayam banyak mengandung antioksidan karotenoid yang menyehatkan tubuh.

Selain melindungi tubuh dari radikal bebas, manfaat bayam juga dapat menjaga kesehatan mata dan tekanan darah.

  • Tomat

Tomat banyak mengandung antiksidan, termasuk sumber vitamin A, vitamin C, dan likopen.

Tak hanya mengontrol radikal bebas, tomat juga dapat menjaga kesehatan jantung, merawat kulit, sampai mencegah kanker tertentu.

  • Selada

Sayuran selada banyak mengandung antioksidan jenis lutein yang baik untuk tubuh.

Sayuran rendah kalori ini juga memiliki kadar serat yang tinggi, sehingga baik untuk pencernaan.

  • Kol ungu

Kol ungu termasuk sayuran yang mengandung antioksidan tinggi. Selain itu, sayuran ini juga bisa menambah asupan vitamin C, kalium, dan mangan.

Tak hanya melindungi tubuh dari radikal bebas, manfaat kol ungu juga dapat mengatasi peradangan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

  • Kubis brussel

Melansir Reader’sDiggest, sayuran saudara dekat brokoli ini memiliki kandungan senyawa sulforaphane dan isothiocyanates yang baik untuk kesehatan.

Keduanya dapat mencegah kerusakan genetik dan mendetoksifikasi zat penyebab kanker di dalam tubuh.

  • Paprika merah

Paprika merah banyak mengandung vitamin C. Sayuran ini juga rendah kalori sehingga baik dikonsumsi setiap hari.

Tak hanya melawan radikal bebas, paprika merah juga bermanfaat untuk menangkal penumpukan lemak di pembuluh darah jantung.

  • Jagung

Sebuah penelitian di Journal of Agricultural Food and Chemistry menyebutkan, jagung banyak mengandung antioksidan lutein.

Untuk memetik manfaat antioksidan jagung secara optimal, Anda disarankan memasak sayuran ini sampai empuk dalam waktu yang lebih lama.

  • Terong

Sayuran terong mengandung antioksidan jenis antosianin. Jenis antioksidan ini juga dapat ditemukan dalam buah anggur dan beri-berian.

Rutin makan sayuran ini terbukti dapat mencegah penumpukan plak lemak di pembuluh darah jantung, menurunkan tekanan darah, dan mengontrol tekanan darah.