Apa Itu dan Cara Kerja Vaksin

Di masa pandemic COVID-19 sekarang ini, tentunya berbagai sektor sangat terasa akan dampaknya dengan cara kerja vaksin. Keuangan negara, keuangan pribadi per keluarga, kesehatan yang harus tetap terjaga, mental yang takut akan terjangkit virus, dan juga pembatasan kegiatan sosial tentunya adalah makanan yang sudah sering Anda dengar bahkan Anda alami sendiri. Bahkan sekarang ini WHO sudah mempersiapkan skenario bahwa COVID-19 akan menjadi endemic.

Memang, berbagai negara sudah terbebas akan adanya virus ini karena adanya vaksin yang sudah bisa menangkan virus ini masuk ke dalam tubuh. Namun, apa itu yang dinamakan dengan Cara Kerja Vaksin?

Vaksin merupakan produk yang merangsang sistem kekebalan seseorang untuk menghasilkan kekebalan terhadap penyakit tertentu, melindungi orang tersebut dari penyakit tersebut. Vaksin biasanya diberikan melalui suntikan jarum, tetapi juga dapat diberikan melalui mulut atau disemprotkan ke hidung.

Vaksinasi adalah tindakan memasukkan vaksin ke dalam tubuh untuk menghasilkan kekebalan terhadap penyakit tertentu.

Cara Kerja Vaksin

Vaksin COVID-19 membantu tubuh mengembangkan kekebalan terhadap virus penyebab COVID-19 tanpa harus terserang penyakit. Berbagai jenis vaksin bekerja dengan cara yang berbeda untuk menawarkan perlindungan, tetapi dengan semua jenis vaksin, tubuh memiliki persediaan limfosit T “memori” serta limfosit B yang akan mengingat cara melawan virus itu kedepannya.

Biasanya dibutuhkan waktu beberapa minggu bagi tubuh untuk memproduksi limfosit-T dan limfosit-B setelah vaksinasi. Oleh karena itu, ada kemungkinan seseorang tertular virus penyebab COVID-19 sesaat sebelum atau sesudah vaksinasi dan kemudian jatuh sakit karena vaksin tidak mempunyai cukup waktu untuk memberikan perlindungan.

Terkadang setelah vaksinasi, proses pembentukan kekebalan bisa menimbulkan gejala, seperti demam. Gejala-gejala ini normal dan merupakan tanda bahwa tubuh sedang membangun kekebalan.

Intinya, Cara Kerja Vaksin ini akan menumbuhkan sel-sel imun yang mencegah penyakit sesuai kegunaan dan Cara Kerja Vaksin tersebut agar nantinya jika sel imun sudah kebal akan penyakit tersebut suatu saat masuk ke tubuh, sel imun bisa membunuh virus tersebut di dalam tubuh.

Fungsi Vaksin Untuk Mencegah Penyakit

Vaksin berguna untuk mencegah penyakit masuk, inilah salah satu fungsi dari vaksin itu dibuat dan dimasukkan ke dalam tubuh untuk membangun sel-sel kekebalan tubuh yang siap membunuh penyakitnya saat masuk ke dalam tubuh.

Namun, bukan berarti 100% setelah adanya vaksin ke tubuh bisa menangkal penyakit masuk. Terkadang ada vaksin yang keefektifannya tidak sampai 100%. Namun, yang namanya vaksin sudah pasti lolos untuk pengujian. Jadi katakanlah untuk efektivitas dari vaksin yang sudah beredar luas bisa dikatakan 80% sampai 90%.

Jenis dan Cara Kerja Vaksin

Ada berbagai jenis vaksin yang biasanya diberikan kepada masyarakat. Jenis ini dibedakan berdasarkan kandungannya.

Vaksin hidup

Vaksin hidup adalah vaksin yang dimana bakteri terkandung dalam vaksin dilemahkan. Virus atau bakteri tersebut tidak akan menyebabkan penyakit, namun dapat berkembang biak, sehingga merangsang tubuh untuk bereaksi terhadap sistem imun.

Vaksin ini memiliki kelebihan yaitu walau digunakan selama 1 sampai 2 kali, memiliki kekebalan sampai seumur hidup. Namun, jenis vaksin ini tidak bisa digunakan untuk orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Vaksin mati

Berbeda dengan vaksin hidup, jenis vaksin mati adalah vaksin yang dimana kandungan bakteri di dalamnya dimatikan. Vaksin ini juga biasa disebut vaksin tidak aktif. Cara mematikan bakterinya adalah dengan memanaskan, radiasi, ataupun bahan kimia. Proses ini membuat virus tetap utuh namun tidak dapat berkembangbiak.

Namun, salah satu kelemahannya adalah model vaksin ini cenderung memberikan tanggapan kekebalan tubuh yang lebih lemah, berbeda dengan vaksin hidup. Hal ini menyebabkan pertolongan vaksin mati perlu diberikan secara berulang atau booster.

Vaksin toksoid

Beberapa jenis bakteri mampu memproses racun yang mampu menyebabkan pengaruh beresiko bagi tubuh. Vaksin toksoid berfungsi untuk menangkal pengaruh racun berasal dari bakteri tersebut.

Vaksin ini berasal dari racun bakteri yang diolah secara spesifik sehingga tidak beresiko bagi tubuh, tetapi mampu merangsang tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap racun yang dihasilkan bakteri tersebut. Contoh jenis vaksin toksoid adalah tetanus toxoid dan vaksin difteri.

Vaksin geosintetik

Jenis vaksin ini memiliki kandungan antigen yang diproduksi secara khusus, agar menyerupai struktur virus atau bakteri.

Vaksin biosintetik dapat memberi tambahan kekebalan tubuh yang kuat pada virus atau bakteri spesifik dan dapat digunakan oleh penderita masalah proses kekebalan tubuh atau penyakit kronis.

Siapa yang Membutuhkan Vaksin ?

Jika Anda beranggapan bahwa vaksin hanya diberikan kepada orang yang terkena penyakit saja, hal tersebut tidak 100% benar. Vaksin juga bisa diberikan kepada orang yang sehat agar tidak terdampak penyakit.

Vaksin membantu melindungi Anda dari penyakit menular yang serius sepanjang hidup Anda dari bayi hingga awal masa dewasa hingga usia tua.

Sistem Imun Tubuh

Sistem imun tubuh memang harus diberikan vaksin agar nantinya sel imun sudah kuat untuk menghadapi penyakit yang sesuai dengan obat atau vaksin yang diberikan.

Sistem imun atau proses kekebalan adalah sel-sel dan banyak struktur biologis lainnya yang bertanggung jawab atas imunitas, yaitu pertahanan terhadap organisme untuk menjaga tubuh dari efek biologis luar dengan mengetahui dan membunuh patogen.

Pemberian dan Cara Kerja Vaksin

Di bagian ini, akan dijelaskan untuk penjadwalan vaksinasi. Jadwal vaksin memberitahu Anda vaksin mana yang Anda dan keluarga Anda butuhkan dan akan mendapatkannya. Jadwal vaksin diatur berdasarkan usia. Misalnya, ada jadwal vaksin untuk:

  • Bayi atau Balita

Vaksin anak usia dini adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi anak Anda dari penyakit serius yang bisa sangat berbahaya bagi bayi dan anak kecil.

Dengan memvaksinasi anak Anda, Anda dapat membantu menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar Anda.

  • Remaja dan Dewasa

Vaksinasi anak Anda melindungi mereka dari penyakit yang serius dan bahkan mematikan. Memvaksinasi anak Anda juga membantu menjaga seluruh keluarga dan lingkungan sekitar Anda tetap sehat.

  • Dewasa

Walau sudah dewasa dan merasa kekebalan tubuh kuat, namun untuk orang dewasa juga harus melakukan vaksin. Mendapatkan vaksinasi akan membantu Anda tetap sehat, sehingga Anda akan kehilangan lebih sedikit pekerjaan dan juga memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga dan teman Anda.

Cara Kerja dan Vaksin untuk Virus Corona

Setelah sudah hampir setahun lebih virus Corona ada di dunia ini, kabar baiknya adalah sekarang sudah banyak produsen obat-obatan yang meneliti dan bahkan sudah memproduksi vaksin untuk Corona. Vaksin ini memang belum merata untuk semua orang terutama di Indonesia. Ada banyak memang untuk vaksin untuk Corona.

Contoh Vaksin Corona di Dunia

  • Vaksin mRNA mengandung bahan dari virus yang menyebabkan COVID-19 yang memberikan petunjuk kepada sel kita tentang cara membuat protein tidak berbahaya yang unik untuk virus tersebut.

Setelah sel tubuh membuat salinan protein, mereka menghancurkan materi genetik dari vaksin. Tubuh kita menyadari bahwa protein seharusnya tidak ada dan membangun limfosit-T dan limfosit-B yang akan mengingat cara melawan virus penyebab COVID-19 jika kita terinfeksi di masa mendatang.

  • Vaksin subunit protein mencakup potongan (protein) virus yang tidak berbahaya yang menyebabkan COVID-19, bukan seluruh kuman. Setelah divaksinasi, sistem kekebalan tubuh mengenali bahwa protein tidak termasuk dalam tubuh dan mulai membuat limfosit-T dan antibodi. Jika Anda pernah terinfeksi di kemudian hari, sel memori akan mengenali dan melawan virus.
  • Vaksin vektor mengandung versi yang dilemahkan dari virus hidup — virus yang berbeda dari yang menyebabkan COVID-19 — yang memiliki materi genetik dari virus yang menyebabkan COVID-19 dimasukkan di dalamnya (ini disebut vektor virus). 

Begitu vektor virus berada di dalam sel kita, materi genetik memberikan instruksi kepada sel untuk membuat protein yang unik untuk virus yang menyebabkan COVID-19. Dengan menggunakan instruksi ini, sel tubuh Anda membuat salinan dari protein tersebut.

Ini mendorong tubuh kita untuk membangun limfosit-T dan limfosit B yang akan mengingat cara melawan virus itu jika kita terinfeksi di masa mendatang.

Program dan Cara Kerja Vaksin

Program vaksinasi di Indonesia mulai bulan lalu sudah mulai digencarkan. Ada banyak pro dan kontra yang terjadi sejak adanya vaksinasi. Ada yang mengatakan bahwa vaksinasi malah dapat membahayakan tubuh. Padahal hal tersebut belum tentu benar. Apalagi vaksin yang digunakan Indonesia sudah sukses dilakukan uji coba di berbagai negara.

Walau pembagiannya dikatakan tidak merata dan juga dengan jumlah yang sedikit, namun tenang saja. Vaksin-vaksin kini sedang diproduksi lebih cepat, tapi skala tugasnya, yakni perlu memvaksin 7,7 miliar jiwa, begitu besar dan belum pernah dilakukan pada mulanya.

Apa Itu Vaksinasi Gotong Royong

Indonesia menerapkan program vaksinasi gotong royong untuk vaksinasi masyarakat Indonesia menghadapi COVID-19. Namun, apa itu vaksinasi gotong royong?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menerbitkan peraturan tentang pelaksanaan vaksinasi dalam penanggulangan pandemi COVID-19. Dalam Permenkes Nomor 10 Tahun 2021, vaksinasi jalur mandiri diberi nama vaksinasi gotong royong.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi gotong royong merupakan semangat kebersamaan untuk menolong pemerintah di dalam mengendalikan pandemi COVID-19.

“Karena gotong royong dengan mengendalikan pandemi COVID-19, menjadi menolong pemerintah di dalam mempercepat dan memperbanyak yang divaksinasi sehingga kekebalan lebih cepat terjadi.

Leave a Comment