Perbedaan Rapid Test dan Swab

Sudah 9 bulan berlalu, pandemi COVID-19 masih saja melanda Indonesia, namun masih banyak yang belum paham perbedaan rapid test dan swab.

Dan bahkan belum ada tanda-tanda dimana pandemi ini mereda, ini tentu membuat beberapa orang khawatir dan berbagai UKM mengalami kerugian.

Pasti Anda pernah dengar akhir-akhir ini ada yang namanya Rapid Test dan juga Swab Test. Kedua pengujian ini memang sekarang ini dijadikan patokan untuk mengecek apakah orang terkontaminasi oleh virus atau tidak.

Rapid Test Adalah

Rapid Test atau tes diagnostik cepat adalah tes diagnostik medis yang cepat dan mudah dilakukan. RDT cocok untuk pemeriksaan medis pendahuluan atau darurat dan untuk digunakan di fasilitas medis dengan sumber daya terbatas.

Swab Test Adalah

Swab adalah langkah untuk mengetahui sampel. Swab dikerjakan pada nasofaring dan atau orofarings. Pengambilan ini dikerjakan bersamaan dengan langkah mengusap rongga nasofarings dan atau orofarings menggunakan alat seperti kapas lidi khusus. Adapun PCR adalah singkatan dari polymerase chain reaction.

Perbedaan Rapid Test dan Swab

Mungkin sebagian dari Anda masih bingung apa perbedaan rapid test dan swab. Keduanya memang memiliki fungsi yang sama yaitu untuk mengetahui apakah seseorang terkontaminasi virus atau tidak. Namun untuk perbedaan rapid test dan swab yang secara spesifik, ada beberapa perbedaan.

Jenis Sampel Rapid Test dan Swab

Untuk perbedaan pertama dari rapid dan swab test adalah pemeriksaan rapid test yang ada di Indonesia, dilaksanakan memakai sampel darah. Sedangkan pemeriksaan swab memakai sampel lendir yang diambil berasal dari di dalam hidung maupun tenggorokan.

Cara kerja Rapid Test dan Swab

Rapid test memeriksa virus memakai IgG dan IgM yang ada di didalam darah. IgG dan IgM adalah sejenis antibodi yang terbentuk di tubuh sementara mengalami infeksi virus. Jika terinfeksi virus, maka jumlah IgG dan IgM di tubuh dapat bertambah.

Baca Juga :   Bagaimana Cara Menyikapi Virus Corona di Masa Pandemi

Hasil rapid test bersama sampel darah tersebut, dapat memperlihatkan terdapatnya IgG atau IgM yang terbentuk di tubuh. Jika ada, maka hasil rapid test dinyatakan positif ada infeksi. Namun, hasil berikut bukanlah diagnosis yang menggambarkan infeksi COVID-19.

Maka dari itu, orang dengan hasil rapid tes nya positif, mesti menekuni pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan swab tenggorokan atau hidung.

Pemeriksaan dengan swab dinilai lebih akurat sebagai patokan diagnosis. Sebab, virus corona dapat menempel di hidung atau tenggorokan bagian dalam, sementara ia masuk ke tubuh.

Sampel lendir yang disita bersama dengan metode swab nantinya dapat diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Hasil akhir dari pemeriksaan ini, nantinya dapat amat menyatakan kalau ada virus SARS-COV 2 (penyebab COVID-19) di tubuh seseorang.

Lama Waktu Tes

Perbedaan rapid test dan swab selanjutnya adalah lama waktu tes. Rapid test hanya perlu sementara 10-15 menit sampai hasil keluar.

Sementara itu, pengecekan pakai metode PCR perlu sementara beberapa jam sampai beberapa hari untuk tunjukkan hasil. Hasil pengecekan rapid test maupun PCR juga mampu tampak lebih lama dari itu, andaikata kapasitas laboratorium yang digunakan untuk memeriksa sampel, sudah penuh.

Kelebihan dan Kekurangan Rapid Test dan Swab

Untuk kedua jenis tes ini, pastinya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tapi, kedua test ini juga walau ada kelebihan dan kekurangan yang signifikan, masing-masing memiliki kegunaan yang berbeda sesuai dengan kondisi.

Rapid Test

Rapid test memiliki kelebihan hasil test yang keluar cepat, antara 15 menit sampai 1 jam. Ini karena ada alat yang praktis yang digunakan dalam hal rapid test. Jadi, pemeriksaan secara rapid bisa dilakukan secara massal. Untuk melakukan rapid test juga biayanya murah, hanya sekitar 300 ribuan.

Sedangkan untuk kekurangannya, mungkin adalah hasil test yang tidak begitu akurat. Karena rapid test memeriksa sistem imun bukan virus yang ada dalam tubuh.

Swab Test

Untuk kelebihan dari Swab test adalah hasil yang sangat akurat. Ini karena swab test dilakukan dengan memeriksa sampel lendir, jadi bisa diketahui apakah didalam tubuh terdapat virus COVID-19 atau tidak.

Sedangkan untuk kekurangan dari swab test adalah hasil test yang keluar lama. Ini dikarenakan pemeriksaan di laboratorium terhadap sampel. Hasil akan keluar paling cepat 2 hari sampai seminggu sesuai dengan antrian yang ada di lab. Harga test juga mahal sekitar Rp 1,5 jutaan.

Baca Juga :   Kelebihan dan Kekurangan Rapid Test, Swab Test dan Antigen Test

Persiapan Sebelum Swab Test

Tidak ada persiapan spesifik sebelum saat lakukan Swab test dengan metode PCR. Namun, pasien bakal lakukan pengambilan sampel bersama metode khusus, untuk selanjutnya dikirim ke laboratorium untuk lewat sistem ekstraksi, purifikasi, dan diolah oleh alat PCR.

Pasien yang meniti tes PCR mesti diberi tahu berapa lama hasil kontrol ini bakal keluar. Pasien dengan penyakit infeksi yang dapat menular lewat droplet (percikan dahak), layaknya COVID-19 atau batuk rejan, mesti mematuhi protokol kesehatan yang ada sepanjang menanti hasil PCR.

Pasien yang mengikuti tes swab bersama pengambilan sampel swab (swab test) mesti diberikan pengarahan bahwa prosedur ini dapat mengundang rasa tidak nyaman, baik sepanjang sistem maupun sesudahnya.

Prosedur Rapid Test dan Swab Test

Prosedur kontrol swab test bersama metode PCR, tenaga kesegaran dapat memasukkan alat Swab yang bersifat layaknya cotton bud yang dijalankan untuk menyapukan alat berikut ke area belakang hidung untuk mendapatkan cairan atau lendir yang terkandung di area tersebut.

Setelah itu, alat swab dapat dimasukkan ke tabung spesifik dan ditutup. Spesimen ini sesudah itu dikirim ke laboratorium untuk diperiksa memanfaatkan teknik PCR. PCR adalah teknik kontrol yang dijalankan untuk mencocokkan DNA atau RNA yang dimiliki virus.

DNA atau RNA yang tersedia pada sampel dari swab tadi dapat direplikasi atau digandakan sebanyak mungkin. Kemudian dicocokkan bersama lapisan DNA SARS-COV 2 sebagai template.

Jika cocok, maka pasien yang diambil sampel lendirnya positif terinfeksi COVID-19. Sebaliknya, jika ternyata tidak cocok, pertanda orang berikut negatif terinfeksi COVID-19.

Harga Swab Test

Banyak yang bertanya-tanya tentang berapa harga swab test. Memang, dulu untuk harga swab test dengan menggunakan metode PCR terbilang cukup mahal, bisa sampai Rp2,5 juta. Tapi sekarang, semenjak biaya swab test ditetapkan pemerintah, jadi menurun.

Mandiri

Untuk harga swab test antigen secara mandiri telah diumumkan oleh Kemenkes, batas biaya swab test tertinggi untuk swab test mandiri ini sebesar Rp 900 ribu.

Puskesmas

Pemerintah tempat melalui Dinas Kesehatan setempat serta Puskesmas mampu menambahkan layanan serta penanganan COVID-19 secara gratis bersama berbasis data.

Untuk syarat bisa melakukan swab test gratis di puskesmas menurut Ketua Satgas  Penanganan COVID-19 Doni Monardo, masyarakat yang masuk ke dalam kategori kontak erat Covid-19 kebanyakan jadi sasaran tracing para tenaga kesehatan. Sehingga, tes swab tak boleh dipungut biaya sekecil apapun.

Baca Juga :   Hikmah Dari Virus Corona yang Perlu Kalian Ketahui

Tempat Rapid Test dan Swab Test Terdekat

Jika Anda mengalami gejala COVID-19, segeralah lakukan swab test di kota Anda, karena ini demi kebaikan Anda dan orang lain.

Jakarta

Jakarta merupakan salah satu kota yang menjadi cluster terbesar penyebaran COVID-19. Jika Anda adalah warga Jakarta yang mungkin sering bepergian, rutin melakukan swab test selama 14 hari sekali.

Tangerang

Jika Anda adalah warga Kota Tangerang, Banten, harap untuk selalu menjaga protokol kesehatan. Pasalnya masih ada peningkatan kasus positif COVID-19. Lakukan swab test jika Anda mengalami gejala COVID-19 di klinik Tangerang terdekat.

Depok

Lonjakan pasien COVID-19 di Depok masih saja tinggi, harga bagi Anda warga Depok untuk selalu menjaga protokol kesehatan. Dan jika terindikasi atau Anda pernah berkontak dengan pasien COVID-19, harap lakukan swab test segera di klinik terdekat.

Bekasi

Kasus COVID-19 di Bekasi sudah hampir 10.000 kasus, diharapkan bagi Anda untuk selalu menjaga protokol kesehatan. Dan jika mungkin Anda mengalami gejala Corona, segera lakukan swab test di klinik yang bisa melakukannya terdekat di Bekasi.

Bandung

Akhir-akhir ini rumah sakit COVID-19 di Bandung, Jawa Barat, kehabisan tempat tidur dengan setidaknya 88,6 persen dari kapasitas tempat tidur sudah terisi. Ini memang darurat, jadi tetap jaga protokol kesehatan bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya.

Surabaya

Surabaya merupakan kota yang dulu sangat membahayakan dan banyak yang terpapar COVID-19, sekarang sudah agak mendingan. Tetap jaga protokol kesehatan dan lakukan swab test jika Anda mengalami gejala COVID-19 di berbagai laboratorium kota Surabaya.

Contoh Hasil Rapid Test dan Swab

Jika Anda penasaran bagaimana contoh hasil dari Swab test, hasilnya berupa surat yang dikeluarkan oleh pihak yang melakukan test pada sampel swab diri Anda. Bisa berupa surat maupun yang lain sesuai dengan klinik.

Berikut ini adalah contoh dari hasil swab test:

Swab Test Gratis Jika

Mungkin Anda berpikir, dengan biaya swab yang semahal itu, bagaimana jika yang mengalami gejala COVID-19 adalah warga yang kurang mampu? Tenang saja, Satgas Penanganan COVID-19 Indonesia ada pemecahan masalah tersebut.

Jika masyarakat mendapati anggota keluarganya positif virus corona jangan pernah cemas dan panik.

Pasalnya pemerintah telah sediakan sarana swab test untuk satu keluarga jika ada anggota keluarga yang terkonfirmasi positif COVID-19.

2 thoughts on “Perbedaan Rapid Test dan Swab”

Leave a Comment