Mengenal Apa Itu Ragi Atau Yeast ( Bahasa Inggris )

Ragi Atau Yeast ( Dalam Bahsa Inggris )

Pada zaman dahulu, sekitar 5000 tahun lalu di Mesir. Ragi atau Yeast sudah dipergunakan untuk memanggang roti dan memfermentasi bir, akan tetapi hal tersebut sangat membutuhkan waktu yang lama dikarenakan menggunkan jenis ragi yang masih alami di udara.

Pengertian Ragi

Ragi atau biasa dikenal juga dengan Yeast ( dalam bahasa Inggris ) merupakan semacam bahan pengembang yang berasal dari spesies jamur. Spesies itu bernama Latin Saccharomyces cerevisiae yang sekarang sering diolah sebagi ragi roti. Ragi ini yang memiliki kandungan karbondioksida akan membuat adonan menjadi mengembang dan terbentuk pori-pori serta mendorong terjadinya proses fermentasi yang akan membantu proses pengembangan.

Ragi ini juga menjadi organisme berupa mikroskopis yang berkembang  biak dengan memakan gula. Umumnya ragi digunakan dalam industri makanana dan minuman seperti acar, tempe, roti dan sake dan sebagainya. beberapa mikroorganisme yang dipergunakan dalam ragi umumnya  terdiri atas berbagai bakteri dan fungsi (khamir dan kapang) yaitu Rhizopus, Aspergillus, Mucor, Amylomyces, Endomycopsis, Saccharomyces, Hansenula anomala,, Lactobacillus, Acetobacter, dan sebagainya.

Dalam berbagai negara, istilah dalam penggunaan ragi memiliki metode dan jenis yang berbeda beda. Dalam hal mikroorganismenya memiliki fungsi dan bakteri berbeda – beda. Sebutan untuk ragi di berbagai macam negara atau kebudayaan ialah :

  • Bakhar, ranu, marchaar (murcha) (India)
  • Bubod (Filipina)
  • Koji (Jepang)
  • Loopang (Thailand)
  • Nuruk (Korea)
  • Yeast (Inggris)
  • Qū (Cina)

Sebelum menggunakan ragi, alangkah baiknya anda mengecek bahwa ragi tersebut masih hidup atau tidak. Cara untuk melakukannya cukup mudah, hanya dengan cara melarutkannya dengan campuran air dan gula secukupnya. Tunggu 7 – 10 menit,, lalu lihat permukaan larutan tersebut. Jika saat diperhatikan banyak gelembung atau buih, maka bisa anda pastikan ragi sudah siap dipergunakan.

Di Indonesia sendiri, spesies jamur ini memiliki berbagai macam jenis. Tiga jenis yang akan kita bahas di bawah ini, jenis ini dibagi berdasarkan bentuk dan kadar kelembapannya. Semakin tinggi dalam hal kelembapannya, maka semakin pendek juga masa tahannya.

Jenis Ragi

Ragi Basah / Padat / Segar (  Compressed Yeast / fresh yeast )

Ragi Basah

Ragi jenis ini memiliki kandungan air yang cukup tinggi, sekitar 70% kadar air yang mengakibatkan umur singkatnya menjadi lebih pendek. Dalam hal prnyimpanannya lebih dianjurkan menggunakan suhu maksimal 1°C. Untuk cara menggunakannya yaitu dengan cara diremas – remas dahulu, lalu dicampurkan ke dalam adonan.

Ragi Kering Aktif / Koral ( Active Dry Yeast )

Ragi aktif kering
Sc : cooksillustrated.com

Dibandingkan dengan jenis sebelumnya, jenis ini lebih memiliki ketahanan yang lebih lama. Jenis ini mengandung kadar air 7,5% – 9%. Cara menggunakan ragi ini dengan cara direndam air terlebih dahulu dengan perbandingan 4 : 1 ( 4 Kg air : 1 Kg dry yeast ) dengan suhu air 38 hingga 43 °C dengan waktu ± 15 – 30 menit agar hasil menjadi maksimal.

Ragi Instant (Instant Yeast)

Ragi Instant
Sc : seriouseats.com

Ragi Dalam Pengolahan Bahan

Ragi Tape

Ragi tape ini memiliki beberapa asalnya yaitu dari kapang Amylomyce rouxii, mucor sp, dan Rhizopus sp, khamir Saccharomycopsis fibuligera, Saccharomycopsis malanga, Pichia burtonii, Saccharomyces cerevisiae dan Candida utilis, serta bakteri Pediococcus sp, dan Bacillus sp.

Ragi tape adalah sebuah bahan adonan yang dapat digunakan dalam pembuatan tape, baik itu dari singkong maupun dari beras ketan. Pada dasarnya tape sendiri dapat dibuat berdasarkan dari bahan baku karbohidrat seperti beras ketan putih, beras ketan hitam dan juga singkong. Intinya ialah mengubah pati menjadi glukosa yang pada akhirnya menghasilkan alkohol dan gas CO2. Hasil alkohol dari proses fermentasi ini lebih mudah dicerna.

Proses pembuatan ini dengan cara ketan direndam semalam, kemudian ditanak. Setelah hasilnya menjadi dingin, dicampur dengan ragi komersial, dan dimasukkan ke dalam daun pisang dan difermentasi selama 1 sampai 3 hari pada suhukamar. Dan hasil akhir ialah mengubah adonan tersebut menjadi tape.

Give a Comment